INDRAMAYU, PERHUTANI (30/05/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Indramayu mendukung kegiatan syukuran menjelang panen perdana tebu kemitraan agroforestry yang diselenggarakan oleh Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) wilayah PT Pabrik Gula (PG) Rajawali II Unit PG Jatitujuh. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Waduk Kesambi, Desa Loyang, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, pada Jumat (29/05).
Panen perdana akan dilaksanakan pada petak 49e seluas 6,13 hektare di wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Jatimunggul Utara, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Jatimunggul, yang dikelola melalui skema kemitraan agroforestry antara Perhutani dan masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Administratur KPH Indramayu, Kuspriyadi beserta jajaran, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) APTRI Jawa Barat yang diwakili Sekretaris Jenderal APTRI Jawa Barat, Hj. Ali, General Manager PG Jatitujuh Dedi Wahyu, perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Indramayu, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cikedung, serta para petani tebu yang tergabung dalam APTRI.
Dalam sambutannya, Administratur KPH Indramayu, Kuspriyadi, menyampaikan bahwa Perhutani mendukung penuh kegiatan tersebut sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras para petani dalam mengelola lahan kemitraan secara produktif dan berkelanjutan.
“Melalui program Agroforestry Tebu yang dijalankan bersama APTRI, Koperasi Manis Makmur Amanah (MMA), dan masyarakat sekitar hutan, Perhutani berupaya mewujudkan pengelolaan hutan yang produktif, berkelanjutan, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Program ini juga menjadi bagian dari kontribusi Perhutani dalam mendukung ketahanan pangan nasional tanpa mengabaikan aspek kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Kuspriyadi menambahkan bahwa keberhasilan pengembangan tanaman tebu di kawasan hutan menunjukkan bahwa kolaborasi antara Perhutani dan masyarakat mampu menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus menjaga fungsi kawasan hutan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua DPD APTRI Jawa Barat melalui Hj. Ali menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kerja sama yang telah terjalin antara APTRI dan Perhutani KPH Indramayu dalam pengembangan usaha tani tebu.
“Keberhasilan pengelolaan lahan hingga memasuki masa panen tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk Perhutani. Kami berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan sehingga memberikan manfaat yang lebih besar bagi petani maupun keberlanjutan program agroforestry di masa mendatang,” ungkapnya.
Kegiatan syukuran tersebut menjadi wujud rasa syukur atas keberhasilan budidaya tebu kemitraan sekaligus mempererat hubungan antara Perhutani, petani, koperasi, dan seluruh pemangku kepentingan. Melalui kolaborasi yang kuat, diharapkan program agroforestry tebu dapat terus berkembang sebagai salah satu upaya mendukung ketahanan pangan nasional, meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan, dan menjaga kelestarian sumber daya hutan secara berkelanjutan. (Kom-PHT/IDR/JS)