Perhutani dan BPBD Purwakarta Perkuat Sinergi Hadapi Ancaman Kekeringan dan Karhutla

Lingkungan Tanggal: 2026 - 08 - 03 70 views Penulis: Rafi
Perhutani dan BPBD Purwakarta Perkuat Sinergi Hadapi Ancaman Kekeringan dan Karhutla
Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwakarta menghadiri undangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purwakarta dalam rangka Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), serta Cuaca Ekstrem di Wilayah Kabupaten Purwakarta, pada Jumat (31/7).

Rapat koordinasi tersebut digelar sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan lintas sektor dalam memitigasi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya kekeringan dan Karhutla, yang berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Purwakarta seiring dengan dinamika cuaca.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan perangkat daerah Kabupaten Purwakarta, jajaran Perhutani KPH Purwakarta, unsur TNI-Polri, serta para pemangku kepentingan terkait penanggulangan bencana di wilayah Kabupaten Purwakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Administratur KPH Purwakarta Mulyana Kurniawan menyampaikan komitmen Perhutani dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana di kawasan hutan wilayah kerja KPH Purwakarta.

“Perhutani selalu siap berkolaborasi dan mengerahkan sumber daya yang ada bersama pemerintah daerah melalui BPBD dan instansi terkait lainnya. Mengingat sebagian wilayah Purwakarta memiliki kerawanan terhadap kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan saat cuaca ekstrem, patroli gabungan dan sosialisasi kepada masyarakat sekitar hutan akan terus kami intensifkan untuk meminimalkan risiko bencana,” ujar Mulyana Kurniawan.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purwakarta Heryadi Erlan W.D., menekankan pentingnya kolaborasi dan kesiapsiagaan dini antarinstansi dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat berdampak terhadap masyarakat.

“Diperlukan langkah antisipatif dan koordinasi yang kuat antara pemerintah, BUMN seperti Perhutani, relawan, serta masyarakat. Melalui rakor ini, kita menyamakan persepsi dan langkah taktis agar penanganan potensi bencana di Purwakarta dapat berjalan secara cepat, tepat, dan terpadu. Kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan Karhutla tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak,” tegas Heryadi.

Rapat koordinasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas sistem peringatan dini serta mempercepat respons penanganan di lapangan apabila terjadi kondisi darurat akibat kekeringan, Karhutla, maupun cuaca ekstrem di Kabupaten Purwakarta. (Kom-PHT/Pwk/Fyk)